Tag Archives: Kisah romantis papa mama

Menemanimu dalam suka dan duka, sampai maut memisahkan

Standar

Kali ini aq akn menceritakan kisah romantis antara mama dan papaku. Sebuah kisah nyata yg diceritakan oleh mamaku sndr saat menemani papa saat ajal menjemputnya.

Kisah ini terjadi tepat 40 hr yg lalu..
Sore itu papa menelpon mama, memberitahukan kalau beliau sdg ada di ruang ICU RS Siti Hajar Sidoarjo. Papa hanya menyuruh mama untuk cpt menyusul kesana.
Dg persaan khawatir dan berlinang air mata, mamapun menuju kesana.

Sesampainya di ICU, mama menemukan papa yg sdg tergeletak lemah menahan rasa sakit di jantungnya.
Mama mengajak papa mengobrol, menanya-nanyainya sekedar untuk mengalihkan perhatian papa dari rasa sakitnya.
Akhirnya suster jaga menyuruh mama keluar kamar supaya papa bs istirahat.
Dari luar mama melihat papa terus memejamkan matanya menahan rasa sakitnya.
Tidak tega, mamapun masuk kembali kedalam kamar.
Ditengah rasa sakitnya, papa masih memikirkan mama “istri sy nemani sy didalam aja sus, diluar banyak nyamuk”, begitulah kata beliau pd suster jaga.
Tp suster ttp menyuruh mama keluar dan mamapun sesekali ttp masuk kedalam kamar menemani papa.

Tak pernah putus doa mama agar sakit yg dirasakan papa bs segera hilang.
Sampai akhrnya suster dg panik memanggil mama diluar “masuk bu, bapak kejang-kejang”
Suster menyuruh mama utk terus mengajak papa bicara agar papa ttp sadar.
Mamapun menuntun papa untuk membaca kalimat-kalimat dzikir.
Papa kelihatan sangat kesakitan saat itu, sambil terus memegangi dadanya.
Mama yg hatinya remuk melihat semua itu hanya bisa terus mengalunkan kalimat-kalimat dzikir.
Bahkan saat papa mengalami naza’, mama dg sekuat tenaga memanggil-manggil papa sambil masih mengucap dzikir.

Dan akhirnya nyawa papa tdk tertolong lagi, setlh naza’ yg singkat, papa akhrnya meninggalkan mama dikamar itu.
Dg tetap menjaga kesadaran meski hati remuk redam krn terpukul, mama membuka kepalan tangan papa, menaruh kedua tangan papa dlm posisi spt orang yg sedang sholat, menutup kelopak mata papa yg sudah benar-benar tertutup.

Dan dg sisa-sisa ketegaran yg dimilikinya, mama menelponku. Aq adlh org pertama yg diberitahukan mama saat itu.
“ta, yg ihlas ya, jgn kaget, papa sudah meninggal”
Saat itu mama sendirian di RS, dan dg kesedihan yg teramat sangat, mama berusaha menegarkan hatinya dan mulai menelpon ke saudara kami, mengabarkan berita meninggalnya papa.

Mama meneladankan kpdku bahwa seorang istri harus setia dan selalu nurut pd suami, bhwa mama selalu ngopeni dan menemani papa bahkan saat ajal menjemput papa.

Aq ingin nantinya jg bs seperti mama, sanggup melakukan apa yg mama lakukan saat menemani papa disaat-saat terakhirnya.
Dan sampai sekarang mama akan selalu mendoakan ditiap sehabis sholat, dan selalu tak bosan mengingatkn anak-anaknya utk jg selalu mendoakan papa.
Sampai sekarang jg, kalau ada org datang melayat, mama selalu menceritakan kebaikan-kebaikan papa.

Mama adlh teldanku dlm segala hal.
Semoga mama selalu sehat dan ttp tegar menjalani hidup meski tanpa papa. Aamiiin.